PortalIndeksPendaftaranLogin

Share | 
 

 Standar Ganda Politik Global AS

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
don.c0rleone
Mentri
Mentri


Male
Jumlah posting : 2415
Age : 31
Lokasi : never ending asia
Mig33 ID : don.corl3one , donc
Registration date : 10.02.09

PostSubyek: Standar Ganda Politik Global AS   Thu Apr 16, 2009 8:40 pm

Standar Ganda Politik Global AS

DI pengujung tahun 2003 konstelasi politik global diwarnai oleh polah sang superpower Amerika Serikat (AS) yang sangat bernafsu melakukan serangan ke Irak guna menggantikan rezim Saddam Hussein. Simpati dan dukungan multilateral terhadap perang melawan terorisme, oleh AS berusaha dibelokkan dengan memunculkan Irak sebagai target baru intervensinya setelah Afghanistan. AS beralasan kepemilikan senjata pemusnah massal (weapon mass destruction) yang dimiliki oleh Irak dapat menjadi ancaman terhadap stabilitas regional maupun global. Walaupun AS terus mengumpulkan dukungan dan meyakinkan para sekutunya, juga melakukan tekanan terhadap PBB untuk semakin keras memberikan sanksi terhadap Irak, tampaknya usaha unilateral akan tetap dilakukan oleh duet AS-Inggris.

Fenomena menarik lainnya adalah tekad dari Korea Utara untuk terus membangun reaktor nuklirnya di Yong Byun. Sikap Pyong Yang ini jelas sekali sangat menantang kebijakan AS di kawasan Asia Timur dan semenanjung Korea khususnya. Anehnya, sikap AS sangat berbeda dengan kebijakannya terhadap Irak walaupun isu yang muncul sama yaitu mengenai kepemilikan senjata pemusnah massal. Lalu, banyak analis menyatakan bahwa ini adalah bukti baru penggunaan standar ganda AS.

Apakah benar AS punya standar ganda?

Artikel ini akan memberikan sekilas uraian mengenai makna standar ganda AS dan motivasi perbedaan implementasi kebijakan AS terhadap Irak dan Korea Utara.

Standar ganda biasanya merujuk kepada ketidakkonsistenan sikap atau kebijakan luar negeri yang dianut dan dijalankan suatu negara. Mereka yang percaya bahwa sikap atau kebijakan luar negeri ini harus ajeg dan sama biasanya yakin bahwa perilaku luar negeri mesti bersumber pada nilai-nilai kemanusiaan universal dan norma internasional. AS sebagai aktor politik global sangat sering dituding memiliki standar ganda dalam implementasi kebijakan luar negerinya. Di satu sisi muncul sebagai pendekar demokrasi dunia yang sangat menekankan penerapan hak asasi manusia dan perdamaian. Sementara di lain sisi bersikap semena-mena, intervensionis, dan otoriter dalam memaksakan kepentingannya.

Timur Tengah adalah ajang yang sangat transparan terhadap standar ganda AS, di satu sisi AS selalu menyerukan pesan demokrasi dan perdamaian, sembari terus menebarkan ancaman dan tekanan terhadap negara-negara tidak sepaham seperti Irak dan Iran. Kebetulan sekali fakta banyak menunjukkan bahwa yang menjadi korban adalah negara Muslim sehingga sangat mudah untuk menduga bahwa standar ganda ini baru terjadi apabila menyangkut negara yang berpenduduk mayoritas Muslim. Sejalan dengan ini lantas banyak muncul kekecewaan terhadap kebijakan AS tersebut dengan berspekulasi bahwa AS punya agenda tersembunyi melawan Islam. Apakah benar AS memiliki target untuk menghancurkan (negara-negara) Islam?

Sebenarnya apabila kita ingin meminjam pemahaman dari tokoh realisme klasik Morgenthau dan Carr, maka akan lebih mudah melihat perilaku negara adidaya ini. Dua tokoh hubungan internasional klasik tersebut sangat tidak percaya adanya implementasi nilai dan norma kemanusiaan di dalam kebijakan luar negeri suatu negara. Morgenthau dalam bukunya yang terkenal "Politics Among Nation" menyatakan bahwa negara bangsa bertindak berdasarkan kemampuan dan kapabilitas (power) negara itu dan tujuan dari kebijakan negara-bangsa semata-mata adalah untuk menambah power itu sendiri. Senada dengan Morgenthau, Carr menambahkan bahwa motivasi kebijakan luar negeri suatu negara adalah kepentingan nasionalnya yang merupakan kalkulasi strategis dari kepentingan politik, keamanan, ekonomi, prestise, dan ideologi.

Pemahaman kebijakan luar negeri AS akan semakin jelas dengan menggunakan perspektif realisme klasik ini. Sejalan dengan pemikiran realisme klasik, maka AS tidak akan pernah memprioritaskan nilai-nilai seperti agama, perdamaian, demokrasi, dan penegakan hak asasi manusi. Apa yang dilakukan oleh AS semata-mata digerakkan oleh kepentingan nasionalnya dan kalkulasi-kalkulasi strategis global baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan kata lain, sebenarnya tidak terdapat standar yang berbeda dalam aplikasi kebijakan global AS dan hal ini makin jelas terlihat pada kasus Irak dan Korea Utara.

Antara Korea Utara dan Irak

Berdasarkan pengamatan terakhir dari Tim Pemantau Nuklir PBB, Mohamad El Baredei, belum ditemukan hal mencurigakan yang mengarah kepada kepemilikan senjata nuklir di Irak. Setelah sekira dua bulan bertugas ternyata Tim PBB tersebut tidak menemukan fasilitas nuklir yang dituduhkan pihak AS kepada Irak. Akan tetapi, di saat yang sama puluhan ribu pasukan AS sudah diberangkatkan ke Timur Tengah beserta seluruh armada perangnya yang merupakan pengerahan tentara terbesar setelah Perang Teluk II. Presiden Bush Junior terus menyatakan bahwa "hari perhitungan" akan tiba dan serangan ke Irak tak akan terhindarkan.

Di belahan dunia yang lain Korea Utara yang jelas-jelas menyatakan kepemilikan fasilitas nuklirnya tidak mendapatkan sanksi sekeras Irak. Peringatan dan ancaman sanksi AS pun ditanggapi keras pula oleh Pyong Yang. Media dan pers di Korea Utara menanggapi ancaman sanksi AS dengan menyamakannya dengan perang terhadap bangsa Korea Utara. Aksi demonstrasi rakyat Korea Utara mendukung sikap pemerintahnya juga telah dilakukan di kota-kota besar Korea Utara. Namun sekali lagi tidak terlihat tindakan keras AS seperti yang dilakukannya terhadap Irak.

Apa yang membedakan Irak dan Korea Utara? Paling tidak dari kajian strategis terdapat tiga alasan yang membuat perlakuan yang berbeda antara keduanya.

Pertama, Konstelasi regional kawasan yang berbeda antara Timur Tengah dan Asia Timur. Tentunya dinamika regional dikedua kawasan menjadi kalkulasi yang mendalam bagi AS di kedua kawasan. Mesti di akui bahwa dinamika regional di Timur Tengah tidaklah serumit dengan dinamika politik keamanan yang terjadi di Asia Timur. Sejak bantuan AS dan pasukan multinasionalnya ke Kuwait, negara-negara Arab yang pro-Barat semakin bertambah, ditambah lagi dengan lemahnya Liga Arab. Kalau mau menggunakan perhitungan power hanya Irak dan Iran lah negara-negara di Arab yang secara konsisten menyuarakan perlawanannya terhadap kehadiran maupun perilaku AS di Timur Tengah. Akan tetapi, penjumlahan power dari kedua kekuatan menengah (middle power) itu tidak akan bisa menyamai kapabilitas militer dari AS terlebih dengan dukungan Israel di Timur Tengah.

Dinamika politik dan keamanan yang terjadi di Asia Timur Jauh lebih kompleks. Asia Timur menjadi halaman depan (front yard) bagi negara-negara besar dan menengah (great and middle powers) seperti Rusia, Cina, Jepang dan Korea Selatan.

Cina dan Rusia sampai sekarang masih menjadi pemain global yang penting, bahkan mereka masih memiliki senjata nuklir dan juga veto di PBB, sedangkan Jepang dan Korea Selatan juga telah menjadi aktor ekonomi global yang penting, yang turut menentukan percaturan politik-ekonomi global dan seperti yang ditunjukkan oleh keempat negara tersebut, mereka menolak perlakuan keras AS terhadap Korea Utara. Dalam pertimbangan mereka setiap sikap intervensionis AS terhadap Korea Utara bisa memunculkan instabilitas Asia Timur. Cina, Rusia, dan Korea Selatan telah lama menjadi mitra dagang penting bagi Korea Utara. Dalam kasus Korea Utara AS di imbau untuk hanya menggunakan langkah diplomatik untuk menyelesaikan krisis tersebut. Tentu saja AS akan sangat berhati-hati dengan imbauan tersebut karena keempat negara tersebut memiliki posisi tawar menawar (bargaining position) yang besar di dunia internasional. AS juga tidak akan berani berkonfrontasi langsung dengan kepentingan Cina dan Rusia di kawasan ini, karena melakukannya ibarat membangunkan "dua raksasa yang sedang tidur".

Alasan kedua, motivasi perbedaan sikap AS terhadap Irak dan Korea Utara adalah masalah sumber daya alam (minyak). Berbeda dengan Korea Utara, Irak sangat kaya dengan sumber daya alam minyak dan merupakan lima negara pengekspor minyak terbesar di dunia. Pengalaman buruk negara-negara Barat dipertengahan dasawarsa 1970-an, pada waktu terjadinya oil boom, memberikan pelajaran berharga akan pentingnya "emas hitam" bagi negara industrialis, seperti AS. Sejak saat itu kebijakan luar negeri AS diarahkan sebesar-besarnya bagi terbentuknya aliansi-aliansi baru di Timur Tengah demi kelancaran akses minyak AS. Minyak diduga menjadi salah satu motivasi AS menyerang Irak.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa AS dan Inggris sudah mempersiapkan pemerintahan bayangan di Irak apabila berhasil menggulingkan Saddam Husein. Pemerintahan bayangan yang terdiri dari para pembelot dan penentang Saddam Husein inilah yang akan menjaga dan akan sangat akomodatif terhadap segala kepentingan (minyak) AS dan Inggris di Irak nantinya. Perusahaan-perusahaan konstruksi AS dan Inggris juga yang akan terlibat banyak di dalam proses rekonstruksi atau pembangunan kembali infrastruktur Irak pascaperang.

Sementara itu, Korea Utara bisa digolongkan sebagai salah satu negara yang miskin. Sudah lima tahun ini terjadi bencana kelaparan di Korea Utara. Negara ini juga terancam kekurangan bahan bakar minyak pada dua tahun terakhir. Bahkan, salah satu alasan Korea Utara melanggar perjanjian nonproliferasi nuklir 1994 adalah karena AS menghentikan bantuan kemanusiaannya. Di duga negara ini mengembangkan fasilitas nuklir tersebut untuk memperbesar posisi tawar internasionalnya agar banyak negara besar yang bisa membantu masalah domestik mereka. Dalam perkembangan terakhir, Korea utara mensyaratkan bantuan bahan bakar minyak sebagai prasyarat dihentikannya pembangunan fasilitas nuklir tersebut.

Alasan ketiga AS, berkaitan dengan dendam pribadi Bush dan pemerintah AS terhadap Irak. Sejak berkuasanya Bush senior, AS telah berkonfrontasi dengan Irak. Konfrontasi ini telah berumur sekitar sebelas tahun dengan pergantian tiga presiden (George Bush, Bill Clinton, dan George W. Bush). Terdapat sebuah anekdot bahwa Irak telah menang dalam konfrontasinya melawan AS karena selama sebelas tahun Saddam Husein tetap berkuasa, sedangkan presiden AS telah berganti sebanyak tiga kali. Tentu saja hal ini cukup menampar prestise dan gengsi AS sebagai negara adidaya.

Apabila kita kembali menyimak perspektif realisme klasik, prestise internasional merupakan salah satu kepentingan nasional yang harus senantiasa dijaga. Agaknya "dendam" tersebut menemukan momentumnya dengan diangkatnya Bush Junior sebagai presiden AS. Bush yang mewarisi "dendam" ayahnya untuk menghabisi Saddam, didukung kuat oleh kaum industrialis senjata domestik (military industrial complex) yang mendukungnya penuh pada saat pemilu 2000. Dukungan ini diperkuat lagi oleh dominannya para hawkish (politisi aliran keras) di Gedung Putih yang notabene adalah para penasihat dari ayahnya dulu.

Sementara dalam kasus Korea Utara, AS tidak memiliki "dendam pribadi". Memang Korea Utara beberapa kali menyatakan sikapnya yang nonkooperatif terhadap AS, tetapi belum pernah terjadi konfrontasi langsung antara keduanya yang seintens seperti yang terjadi antara AS dan Irak.

Peran PBB

Tentu saja apabila serangan ke Irak dilakukan, AS akan menuai kritik yang keras dari seluruh dunia. Meskipun begitu, diduga tidak akan ada negara yang berani menentang aksi unilateral AS tersebut dengan membalasnya dalam bentuk aksi militer yang sama. Uni Eropa, Cina, dan Rusia hanya akan memberikan kecaman keras terhadap serangan AS tersebut. Posisi Timur Tengah yang cukup jauh dari letak negara-negara besar tadi membuat mereka tidak akan melakukan tanggapan serius.

Amatlah berbahaya bila pascaperang dingin pendekatan power masih dominan dipergunakan oleh para aktor internasional. Pendekatan ini sangatlah egosentr

Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://sandoznakal.tk
d-e-i-
Admin
Admin


Male
Jumlah posting : 2424
Age : 25
Lokasi : blora-cepu-purwodadi-semarang-solo-jogja-rembang-pati-kudus(anak jalanan)
Mig33 ID : tersakiti_olehmu/dei_/bob0quwh/coco.
Registration date : 08.07.08

PostSubyek: Re: Standar Ganda Politik Global AS   Sun Apr 26, 2009 12:39 am

thanxs 4 share :love:

_________________
biar saling kenal click DI ISINI




keluh kesah seorang c8r mig33: idr larang app isek kon reg larang e pol jemboooooooooooooooooood !!!!!
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://akatsuki.heavenforum.com
art_cr7
Mentri
Mentri


Male
Jumlah posting : 2059
Age : 24
Lokasi : purwodadi-jogja
Mig33 ID : aku-ingin-kamu
Registration date : 27.01.09

PostSubyek: Re: Standar Ganda Politik Global AS   Sun Apr 26, 2009 9:40 am

hoooh makasi dah shared :seneng:
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
mbucut
Gubernur
Gubernur


Male
Jumlah posting : 1460
Age : 27
Lokasi : s0lo spirit of java
Mig33 ID : puppe
Registration date : 18.07.08

PostSubyek: Re: Standar Ganda Politik Global AS   Mon Apr 27, 2009 5:34 am

mksh udh share info gk pntg :cape:
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
freaknstein
translator
translator


Male
Jumlah posting : 1981
Age : 31
Lokasi : rembang
Mig33 ID : afrex
Registration date : 14.09.08

PostSubyek: Re: Standar Ganda Politik Global AS   Wed Apr 29, 2009 6:26 am

Copy paste nuk berita kompas ya? :weks:

_________________
PAMITAN
multy titik dan nick pendek klik disini
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
don.c0rleone
Mentri
Mentri


Male
Jumlah posting : 2415
Age : 31
Lokasi : never ending asia
Mig33 ID : don.corl3one , donc
Registration date : 10.02.09

PostSubyek: Re: Standar Ganda Politik Global AS   Sat May 02, 2009 12:13 am

ben do mumuet le moco :dame:
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://sandoznakal.tk
Sponsored content




PostSubyek: Re: Standar Ganda Politik Global AS   Today at 10:26 pm

Kembali Ke Atas Go down
 
Standar Ganda Politik Global AS
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Menara Jam Makkah Tantang Jam Standar waktu GMT
» Global Warming itu pembodohan massal!
» kepribadian ganda
» WTB / cari / dibeli : Brembo / Ferodo / EBC brakepad kaliper standar Ninja 250 ; slang rem SwageLine / Goodridge / Daytona ; Ban Battlax/Michelin/Pirelli F110/70-R140/70
» (SALE) Ban Standar YAMAHA BYSON 100% Baru

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
VANDALISM RULEZ :: :: FREE 4 ALL :: :: Xpresikan Aksimu-
Navigasi: